Cerita sex terbaru ketika mendapat tugas keluar

Cerita sex terbaru ketika mendapat tugas keluarby adminon.Cerita sex terbaru ketika mendapat tugas keluarCerita sex terbaru ketika mendapat tugas keluar – Aku mendpt tugas dr Kebun Binatang Surabaya (KBS) dimana tempat aku bertugas sebagai dokter hewan untuk berangkat ke Taman Safari Indonesia (TSI) I di Bogor menghadiri workshop (lokakarya) mengenai Banteng (Bos Javanicus). Kami mendpt fasilitas pemberangkatan dengan menggunakan pesawat terbang dr Airport Juanda. Pada hari yang telah ditentukan, […]

Cerita sex terbaru ketika mendapat tugas keluar – Aku mendpt tugas dr Kebun Binatang Surabaya (KBS) dimana tempat aku bertugas sebagai dokter hewan untuk berangkat ke Taman Safari Indonesia (TSI) I di Bogor menghadiri workshop (lokakarya) mengenai Banteng (Bos Javanicus). Kami mendpt fasilitas pemberangkatan dengan menggunakan pesawat terbang dr Airport Juanda. Pada hari yang telah ditentukan, aku meluncur menggunakan taxi menuju Airport Juanda yang jaraknya dr rumahku sangat jauh, jaraknya dr ujung kota Surabaya menuju ujung perbatasan kota Surabaya, yang mana sebenarnya Airport Juanda sudah termasuk Kabupaten Sidoarjo, sedangkan rumahku berada di kawasan Kenjeran, daerah ujung Surabaya Timur. Seperti biasa, pakaianku bagian atasan adalah T Shirt tanpa lengan yang lebih tepat disebut singlet warna putih dengan dalaman tanpa BH, karena memang seperti yang pernah kuceritakan pada ceritaku terdahulu, aku sejak kecil memang tidak suka menggunakan BH hingga kini usiaku sudah menginjak 27 tahun pun aku tetap tidak terbiasa mengenakan BH. T Shirt yang kukenakan bentuknya menempel di kulit mengikuti lekuk tubuhku bagian atas, sehingga tampak sekali bentuk lekukan yang menonjol di dadaku,

video abg cantik ngocok memek sampai orgasme

video abg cantik ngocok memek sampai orgasme

termasuk bentuk puting susuku yang kentara sekali karena aku tidak mengenakan BH, aku yakin pasti membuat mata laki-laki akan terus memandang ke arah dadaku, namun di luarannya aku mengenakan blazer tidak terlalu tebal berwarna krem, sehingga dpt menutupi bagian dadaku dan aku tidak perlu khawatir bisa membuat lelaki mata keranjang terus memandangi dadaku dengan penuh gairah. Bawahanku adalah rok mini yang bagian bawahnya lebar dan ada lipatan-lipatannya, jadi aku harus ekstra hati-hati apabila duduk, kalau tidak ingin CD model G SSulastringku terlihat oleh orang lain. G SSulastringku berwarna krem sesuai dengan warna rok mini yang kukenakan, modelnya yang mini hanya berupa tali nylon yang melingkar di pinggangku dengan model ada ikatan di kiri dan kanan pinggangku, selebihnya jg seutas tali nylon melingkar dr bagian belakang pinggangku, melilit ke bawah melintasi belahan pantatku yang sintal dan tersambung dengan secarik kain sutera tipis.

Ukuran sutera tipis yang menutup bagian depan kemaluanku tak lebih dr seukuran 2 jari saja, jadi hanya mampu menutupi lubang kemaluanku saja sedangkan selebihnya bulu-bulu kemaluanku tidak semuanya tertutup dengan rapi, hingga waktu kukenakan, G SSulastringku tidak dpt menutupi bulu-bulu kemaluanku secara keseluruhan dan bagian ujung bulu-bulu kemaluanku tetap menyeruak keluar melalui ujung secarik kain sutera tipis yang berbentuk segitiga itu. Dr rumahku ke Airport Juanda ternyata cukup mahal jg hingga argo menunjukkan hampir enam puluh ribu rupiah. Setelah turun dan memberi pembayaran kepada sang sopir yang dr tadi melirikku melalui kaca spionnya – kaca spionnya memang sengaja diturunkannya mengarah ke bagian pahaku, aku pun turun menuju pintu keberangkatan, Herman (samaran), kawan seperjalananku ternyata sudah menunggu. Herman adalah seorang sarjana peternakan, usianya 36 tahun, sudah berkeluarga dan punya anak. Orangnya cukup tampan dan tingginya 182 centimeter, lebih tinggi dr padaku yang hanya 170 centimeter, walaupun untuk ukuran wanita aku sudah termasuk cukup tinggi, apa lagi kini aku memakai sepatu model hak tinggi hingga waktu kami berjalan tampak serasi sekali. Pakaian Herman biasa-biasa saja karena orangnya memang sederhana, namun perbedaan penampilan kami tidak terlampau mencolok dan kami tetap terlihat serasi.

Kami ber2 langsung masuk menuju ruang tunggu. Tempat duduk ternyata telah penuh hingga kami putuskan menunggu di kios yang menjual makanan dan minuman yang ada di lorong sebelum masuk ke ruang tunggu, jadi kami terpaksa keluar lagi dr ruang tunggu. Kami mencari tempat duduk yang kebetulan ada meja kosongnya dengan bangku berhadapan. Kami ber2 memesan kopi. Sambil meminum kopi, kami membahas materi apa saja nantinya yang akan dipaparkan, kalau seandainya di acara workshop tersebut kami diberi kesempatan untuk berbicara. Posisi dudukku dengan mengenakan rok yang mini begini membuat belahan pahaku bagian atas agak tersingkap hingga akibatnya orang-orang yang duduk di sebelahku sering kali mencoba mencuri pandang ke bagian pahaku. Mata-mata mereka dengan nakal mencoba melirik pahaku yang putih dan mulus dan sengaja kubiarkan karena aku memang tidak dpt berbuat apapun untuk bisa menutupi bagian pahaku tersebut. Tak lama setelah kami mereguk kopi, panggilan untuk boarding pun tiba. Kami ber2 lalu menuju ruang tunggu dan langsung boarding. Ternyata pesawat penuh dengan penumpang yang sama-sama bertujuan akhir ke Jakarta. Aku duduk bersebelahan dengan Herman. Kembali waktu duduk begini rok miniku jadi masalah tersendiri. Waktu aku duduk secara otomatis rokku sedikit tertarik ke atas sehingga pahaku yang mulus kembali terlihat sampai agak tinggi. Herman membisikiku nakal, “Pahamu mulus lho!”. Kucubit lengannya hingga dia mengaduh.

Sesampai di Bandara Internasional Cengkareng, kami ber2 segera naik Bis Damri Full AC yang jurusannya ke Bogor. Perjalanan dr Cengkareng ke Bogor cukup jauh, memerlukan waktu berjam-jam sehingga aku sempat tidur-tidur ayam, terkadang jg tertidur sungguhan sehingga kepalaku secara tidak sadar tersandar di samping lengan Herman, dan Herman cukup bijaksana untuk membiarkannya, atau mungkin dia jg suka, siapa sih lelaki yang tidak suka lengannya disandr kepala cewek secantik aku (Bukan GR lho! Aku memang berwajah cukup cantik dan di antara para pegawai KBS aku jg menjadi bunganya). Untuk menutupi pahaku yang terbuka agak tinggi, kulepas blazerku dan kutangkupkan di pangkuanku. Kubiarkan bagian dadaku hanya dengan T Shirt tanpa lengan saja. Aku tahu waktu mata Herman melirik ke bawah ke bagian busungan dadaku dimana terlihat bagian puting susuku lebih menonjol keluar karena buah dadaku tak dibalut BH. Dalam perjalanan, rupanya Herman tidak tahan lagi menahan gejolak nafsunya hingga diam-diam tangan kirinya menyusup masuk ke dalam blazer yang kugunakan untuk menutupi pangkuanku tadi. Mungkin dia tadinya hanya mencoba-coba menggodaku dengan menyusupkan tangannya ke pahaku, namun karena melihat reaksiku yang diam saja maka tangan Herman menjadi semakin berani saja mengelus pahaku. Posisi dirinya seperti tidak terjadi apa-apa, badan dan kepalanya tetap disandarkan di kursi, matanya dipejamkan seakan-akan sedang tertidur. Aku merasakan ada aliran hangat mengalir dr pahaku naik ke atas ke seluruh bagian tubuhku. Terus terang walau kami ber2 setiap hari selalu bertemu di KBS, hubungan kami tetap biasa-biasa saja sebatas profesi, pada hal bagian kami selalu berhubungan, aku sebagai dokter hewan dan Herman sebagai salah seorang Kepala Bagian di KBS.

Tangan Herman hanya meraba-raba mengelus pahaku bagian dalam, walau terkadang sampai ke bagian atas tepat di ujung pangkal pahaku, sehingga dpt kurasakan ujung-ujung bulu kemaluanku yang tersembul keluar dpt tersentuh oleh jari-jarinya. Timbul jg rangsangan tersendiri merasuki diriku, aku jadi horny oleh elusannya hingga kulingkarkan tanganku ke lengan kiri Herman yang ujung jarinya sedang asyik mengelus pahaku dan kusandarkan kepalaku sehingga membuat Herman semakin percaya diri lagi dan lebih berani mengelus pahaku, namun posisi kami di bis yang sedang berjalan di siang hari bolong tidak memungkinkan jari Herman berbuat lebih jauh lagi. Ujung CD-ku pasti sudah mulai basah. Waktu jari kelingking Herman mulai disentuh-sentuhkan ke celah-celah ujung selangkanganku, jarinya menyentuh bagian luar kemaluanku. Karena ujungnya hanya berupa secarik kain sutera yang tipis maka dpt kurasakan sentuhan jari kelingking Herman yang mengenai ujung klitorisku, tetapi posisi kami tidak memungkinkan Herman bisa berbuat lebih jauh, namun apa yang ia lakukan waktu ini sudah merupakan suatu permulaan yang baru bagi perkenalan kami selama ini, karena selama ini kami di KBS tidak pernah melakukan hal yang tidak berkaitan dengan profesi kami. Sesampai di Bogor, kami turun di pasar yang mungkin jg berfungsi sebagai terminal. Mobil milik TSI I yang warnanya khas loreng hijau sudah menanti kami. Sang sopir mempersilakan kami naik dan langsung mengantar kami ke Hotel Safari Garden yang jg milik TSI. Acara workshop bantengnya memang akan diselenggarakan di Hotel Safari Garden, dan pesertanya semua menginap di sana. Hari ini kami hanya melakukan pendaftaran dan malam harinya makan malam bersama dengan dijamu oleh tuan rumah.

Aku dan Herman mendpt masing-masing satu kamar sendiri-sendiri. Kamar kami bersebelahan namun tidak ada connecting doornya. Setiap areal kamar menggunakan nama-nama satwa. Kami menempati areal Komodo. Hampir semua kamar diisi oleh peserta workshop. Beberapa ada yang telah kami kenal tetapi banyak jg yang belum kami kenal. Mereka datang dr seluruh penjuru tanah air, ada yang dr instansi pemerintahan dan ada jg peserta yang dr kebun binatang di kota lain. Orang asingnya jg ada, mungkin dr pengamat atau jg Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) luar negeri. Masih ada banyak waktu untuk istirahat, baru kemudian mandi dan malamnya mengikuti acara makan bersama. Kamar yang kutempati cukup nyaman, dindingnya dr bata yang tanpa disemen sehingga guratan batanya terlihat. Sampingnya berhadapan dengan pintu masuk yang terdiri dr jendela kaca yang lebar. Tidak ada slot atau gerendel di pintu sehingga kita harus menggunakan kunci untuk dpt menguncinya dr dalam.

Karena kunci pintu inilah akhirnya peristiwa ini terjadi. Rupanya waktu aku masuk ke kamar tadi aku lupa mencabut kembali kunci pintunya, aku langsung saja masuk dan menutup pintu sehingga anak kunci tetap tergantung di luar tanpa kusadri . Di dalam kamar aku langsung menanggalkan rok miniku dan duduk di tempat tidur. Kurebahkan badanku sambil kakiku tetap terjulur ke lantai hingga posisi pahaku agak terbuka dan gundukan daging di pangkal selangkanganku jadi lebih menantang ke depan posisinya. Mungkin karena perjalanan yang cukup melelahkan tadi ditambah tadi malam aku kurang tidur, maka aku sempat tertidur pulas dalam posisi seperti tadi. Waktu aku tidur Herman rupanya mendatangi kamarku. Waktu diketuk-ketuknya pintu kamarku dan tidak ada jawaban, namun melihat anak kunci tetap tergantung di luar kamarku membuat Herman penasaran dan mencoba membuka pintu kamarku. Herman cukup terkesima melihat pemandangan di hadapannya, seakan hampir tidak percaya apa yang sedang terlihat. Dicabutnya anak kunci yang tergantung di luar kamar tadi dan dikuncinya pintu kamar dr dalam. Kini Herman sudah berada dalam kamarku, sementara aku sedang tidur pulas dalam posisi yang cukup merangsang semua lelaki yang melihatnya. Entah berapa lama Herman memandangi lekuk tubuhku jg bagian selangkanganku yang praktis tanpa penutup lagi itu, karena CD model G SSulastring yang kukenakan praktis bukan sebagai penutup yang sebenarnya dikarenakan bentuknya yang mini itu tadi, sehingga setiap bagian selangkanganku bisa terlihat dengan jelas sekali oleh Herman, yang kusadr waktu aku mulai terbangun karena aku merasakan ada rasa geli merambah daerah pinggiran selangkanganku, rasanya geli dan nikmat, dan ternyata waktu aku sadar dan terbangun dr tidurku, aku cukup dikejutkan oleh sosok Herman yang sedang menjilati pangkal pahaku. “Hey. . , Her. . , gila kamu!”, hardikku tidak sungguh-sungguh. Herman tidah menjawab. Lidahnya tetap menjelajahi selangkanganku. Mengetahui aku sudah terbangun, kini jilatannya sudah tidak perlu dilakukannya dengan hati-hati lagi. Ke2 telapak tangannya memegang ke2 lututku dan didorongkannya sedikit ke atas sehingga bukit kemaluanku lebih menungging menghadap ke atas, pahaku lebih dikangkangkannya lagi, posisi pantatku berada di bibir tempat tidur dan posisi Herman berjongkok di lantai sedangkan kepalanya berada di pangkal pahaku dan lidahnya tetap dijulurkan menyapu celah-celah lipatan selangkanganku. Waktu itu CD-ku telah basah oleh lendirku sendiri.

Tali ikatan CD-ku di kiri dan kanan pinggang digigit dan ditarik dengan giginya hingga terpampang jelas sudah bentuk dan lekuk vaginaku di hadapan Herman yang wajahnya hanya berjarak sekian centimeter saja dr kemaluanku. Vaginaku mulai dijilatinya, lidahnya menjalar di sepanjang bibir vaginaku, dikorek-korekkannya dengan lidah celah-celah lipatan vaginaku. Lidahnya dijulurkan dan digesekkan naik turun sambil sesekali menari-nari di ujung klitorisku. Aku hanya bisa merasakan nikmatnya sambil meremas-remas buah dadaku sendiri dengan penuh nafsu, dan nyatanya nafsuku memang sudah memuncak sekali. Cairan lendir yang keluar dr liang vaginaku semakin deras. Herman dengan lahap menghisapnya tanpa merasa jijik. Bibirnya terus mencium dan melumat habis bibir vaginaku. Dpt kurasakan hisapan mulutnya yang kuat menghisap liang vaginaku, lidahnya menjulur masuk ke dalam liang vaginaku dan sempat menyentuh dinding bagian dalamnya hingga saking dalamnya mulutnya menekan kemaluanku, hidung Herman yang mancung menempel dan menekan klitorisku. Aku mendptkan kenikmatan lebih, apa lagi waktu wajahnya dengan sengaja digeleng-gelengkan ke kiri dan ke kanan dengan posisi hidungnya tetap menempel di klitorisku dan bibirnya tetap mengulum bibir kemaluanku sambil lidahnya terus mengorek liang senggamaku. Aku tak kuasa membendung cairan hangat yang semakin deras mengalir membasahi vaginaku. “Oocch! Heerr. Teruu. Uus! Aku orgasme Her. . “, suaraku semakin parau saja. Kugoyangkan pantatku mengikuti irama gesekan wajah Herman yang terbenam di selangkanganku dan aku merasakan cairan kental dr vaginaku menyembur keluar. Kujepit kepala Herman dengan pahaku, badanku menggigil hebat bagaikan orang kejang. Aku menarik nafas panjang sekali, sambil melepas semburan terakhirku yang sejak tadi telah dihisap dan ditelan Herman dengan rakus sekali hingga habis semua cairan yang ada di sekitar kemaluanku.

Herman tetap dengan asyiknya menjilati vaginaku. Dengan lahapnya Herman menelan semua lendirku hingga tanpa tersisa setetes pun. Setelah benar-benar bersih, Herman menaikkan jilatannya ke atas, ke arah perutku. Lidahnya bermain-main di pusarku sambil tangannya melepas T Shirt yang kupakai. Kubantu tangan Herman agar mudah melepaskannya. Merasa bahwa aku memberi lampu hijau, tangan Herman langsung meraba dan meremas ke2 buah dadaku, jilatannya jg semakin naik menuju buah dadaku. Tanpa sepengetahuanku, ternyata waktu menjilat kemaluanku tadi, Herman melakukan jilatan sambil menanggalkan seluruh pakaian dan celananya termasuk jg CD yang dia pakai. Piawai sekali dia menanggalkan pakaian tanpa sepengetahuanku, pikirku dalam hati. Jadi waktu jilatan Herman merambah naik ke atas tubuhku, dpt kurasakan kulit tubuhnya yang sudah tanpa busana alias bugil tanpa sehelai benang pun menutupi bagian tubuhnya yang tinggi dan ramping ini menyentuh langsung kulit tubuhku. Jengkal demi jengkal jilatannya semakin naik. Mulut Herman sudah sampai ke dadaku. Kini giliran buah dadaku dijilatinya, mulut Herman seakan ingin menelan habis buah dadaku, jelas ukuran buah dadaku tidak cukup masuk semua ke dalam mulut Herman, namun lidahnya kini menari-nari di ujung puting susuku. Jari tangan kanannya meraba-raba selangkanganku, menggesek-gesek klitorisku hingga vaginaku basah lagi, nafsuku naik kembali. Sementara tangan kiri Herman tetap meremas buah dadaku dan tangan kanannya tetap bergerilya di kemaluanku, bibir Herman kini mencium dan melumat bibirku.

Kubalas lumatan bibir Herman dengan penuh nafsu, kujulurkan lidahku masuk ke rongga mulutnya. Herman menghisap lidahku, secara bergantian Herman jg menjulurkan lidahnya ke dalam mulutku dan kubalas dengan hisapan pula, kami berpagutan penuh nafsu. Kini Herman membetulkan posisinya sehingga berada di atasku, batang kemaluannya sudah mengarah ke hadapan liang vaginaku, bagaikan rudal yang sudah siap ditembakkan ke sasarannya. Aku merasakan sentuhan ujung batang kemaluan Herman di belahan vaginaku, kepala batang kemaluannya terasa keras sekali. Dengan sekali dorongan, kepala penis Herman langsung menusuk liang vaginaku. Ditekannya sedikit kuat sehingga seluruh bagian kepala penisnya terbenam ke dalam liang senggamaku. Walau batang kemaluannya belum sempat masuk, aku merasakan getaran-getaran yang membuat otot vaginaku berdenyut, cairan yang membasahi vaginaku membuat batang kemaluan Herman yang tidak terlalu besar ini mudah sekali masuk ke dalam liang vaginaku hingga dengan sekali dorongan lagi maka batang kemaluan Herman pun masuk ke dalam sarangnya, blee. ess. Begitu merasa batang kemaluan Herman sudah memasuki liang senggamaku, kubalik badan Herman dengan posisi sekarang aku berada di atas tubuhnya, kududuki batang kemaluannya yang ternyata cukup panjang itu.

Walau aku tidak mengetahui berapa tepatnya panjang penis Herman karena tadi memang jg tidak sempat melihatnya, namun aku dpt merasakan penis Herman yang masuk ke vaginaku cukup panjang, rasanya seakan menusuk masuk ke dalam mengoyak rahimku. Kugoyangkan pantatku dan kuputar-putarkan, kukocok naik turun hingga batang kemaluan Herman setengahnya keluar masuk bermain di dalam liang vaginaku, tangan Herman masih sempat meremas-remas ke2 buah dadaku. Kini giliran Herman yang tidak tahan lagi dengan permainanku, ini dpt kulihat dr gelengan kepalanya menahan nikmat yang sebentar lagi tampaknya akan menyembur keluar. Dan ternyata benar jg, Herman memberikan aba-aba padaku bahwa dia akan mengalami orgasme. “Kita ke. luar sama-sama. . , uuuhh. . , aahh. . “, rintihku sambil mempercepat kocokan dan goyangan pantatku. “Uuu. Uucch! Oo. Oocch! Aa. Aacch!” Akupun orgasme secara bersamaan dengan Herman, bibir vaginaku mengeluarkan kedutan hingga meremas batang kemaluan Herman yang masih berada dalam liang senggamaku, aku yakin remasan bibir vaginaku tadi membuat sensasi tersendiri bagi batang kemaluan Herman. Sperma Herman dan lendir vaginaku bercampur menjadi satu membanjiri liang vaginaku. Karena posisiku berada di atas, maka cairan kenikmatan itu mengalir keluar merembes melalui batang kemaluan Herman sehingga membasahi selangkangannya, banyak sekali dan kurasakan sedikit lengket-lengket agak kental cairan yang merembes keluar itu tadi. Kami ber2 akhirnya terkulai lemas di tempat tidur, posisiku tengkurap di samping Herman yang terkulai telentang memandang langit-langit kamar.

Kami ber2 sempat tertidur sebentar, setelah itu kami bersama-sama mandi. Kamar mandi hotel tidak terlalu besar namun cukup bagus, ada ruangan berbentuk segi empat di dalam kamar mandi, bentuknya kira-kira seperti lemari kaca. Kami ber2 masuk ke dalamnya dan menyalakan shower, aku dan Herman saling bergantian menggosok tubuh kami, demikian pula waktu menyabuni tubuh kami lakukan bergantian, saling raba, saling remas, namun mengingat kami harus buru-buru menghadiri acara makan bersama, maka kami tidak meneruskan melakukan hubungan badan kembali. Terus terang sebenarnya waktu itu kami sudah sama-sama bernafsu kembali, namun apa boleh buat, terpaksa kami tunda. Selesai mandi, Herman bergegas kembali ke kamarnya yang terletak persis di sebelah kamarku, dan aku pun ikut bergegas mengenakan pakaianku, rok mini yang tadi kupakai. Aku hanya mengganti CD dan T Shirtku saja, T Shirt yang hampir sama dengan yang kupakai tadi waktu berangkat dr Surabaya, hanya yang kini kupakai warnanya krem sesuai dengan warna rok miniku. CD yang kupakai petang ini jg model G SSulastring, namun warnanya putih. Setelah merapikan penampilanku, kukenakan blazerku tadi. Sambil memandang wajahku di kaca, kurapikan rambutku, kusemprotkan sedikit parfum di ketiakku kemudian aku keluar kamar yang hampir bersamaan waktunya dengan Herman yang jg keluar dr kamarnya, lalu kami ber2 langsung berjalan menuju areal dimana diadakan acara jamuan makan malam tersebut.

Author: 

Related Posts